Sunday, November 25, 2012

Hilang.




"What if suddenly you lose them? All of them? What will you feel?"

" I .... " - Silence.




Bismillahirahmaniraheem.

Assalamualaikum. Sihat semua orang? Moga sihat sejahtera aku doakan :)

Baru-baru ni aku ada terdengar berita tentang kematian seorang bapa rakan ku. Aku tahu perit untuk rakan ku menelannya. Namun tidak sedikit pun dia kelihatan lemah di hadapan semua orang. Dia masih mampu tersenyum walaupun matanya masih lagi berair.

Aku terdiam. Mata aku masih melihat dia. Aku tahu jauh dilubuk hatinya, dia masih menangis. Aku mendoakan supaya Allah membantu untuk memberi kekuatan kepada rakanku itu. Kerana aku tahu, tiada apa yang menyakitkan daripada kehilangan ahli keluarga sendiri. Tiada ganti, hanya memori. Al-Fatihah buat ayah mu sayang. Semoga arwah berada di kalangan orang-orang yang beriman. Amin.

Seperti yang kita tahu, di Palestine, setiap hati mereka kehilangan orang yang mereka sayang. Begitu tinggi dugaan mereka di sana. Itu tandanya mereka beriman. Lebih tinggi dugaan seseorang itu, lebih sayang Allah kepada mereka. Tapi kita di sini? Baru gaduh dengan ayah ibu, dah mendoakan supaya mereka meninggal dunia. Astaghfirullahalazim. Apa nak jadi dengan dunia kita sekarang?

Dik, hilang nyawa tak sama dengan hilang dari pandangan mata. Kita berpisah dengan pakwe/makwe kita, kita menangis beria-ria seperti kita baru sahaja kehilangan mereka dari dunia. Jangan tangisi orang yang hilang dari pandangan mata kita. Itu bererti Allah mempunyai jalan yang lebih bermakna buat kita. 

Walaupun senang untuk orang lain memberi nasihat, namun berat mata memandang, berat lagi bahu yang memikul. InsyaAllah susah senang semuanya datang dari DIA. Kalau susah yang DIA beri, esok lusa DIA bagi senang pula dekat kita. Bersangka baik lah rakan. Tak rugi apa pun kita bersangka baik pada Allah :)


Melupakan; itu mungkin mengambil masa. Terkadang bergantung kepada apa yang kita simpan sebagai kenangan. Terkadang bergantung kepada apa yang telah kita lalui. Terlalu banyak yang kita kongsi? Maka akan banyak masa yang kita ambil untuk melupakan.

Terlalu banyak yang kita harapkan terjadi? Maka akan banyak masa juga diperlukan untuk merawat hati. Semakin banyak yang kita bina bersama, maka semakin payah untuk kita melaluinya sendiri. Tapi, DIA ada. Dan sebaik-baik tempat meminta adalah padaNYA.
 
Ambillah masa. Pedulikan mereka yang berkata dan terus berkata. Bila hati terluka, maka pujuklah diri.



Kehilangan seseorang akan buat kita hargai orang lain yang datang mengganti. Iye, yang datang tak akan sama dengan yang telah hilang. Tapi, itu buat kita percaya bahawa bila DIA ambil maka itu adalah hakNYA. Bila DIA beri itu adalah kurniaanNYA.

Kehilangan bukan hanya membuat kita menghargai, bahkan membuat kita belajar, bahawa akhirnya, semua orang akan pergi .. suatu hari nanti. :’)

Redhalah atas takdir dan ketentuanNYA. Moga DIA juga redha atas kita, selaku hambaNYA. Dan tentulah DIA punya sebab munasabah yang jelas lagi baik, mentakdirkan begitu dan begini kepada kita. Belajarlah berkata, bahawa bukan doa dan pinta kita yang DIA tidak kabulkan, tapi hanya DIA tangguhkan atau DIA gantikan, dengan yang lebih baik, lebih sesuai, bahkan mungkin lebih banyak hikmah dan manfaat.

InsyaAllah. ;)





Hilang orang yang kita sayang tak bererti dunia kita sudah berakhir. Bersabar lah. Allah ingin mengajar kita tentang kesabaran. Dan juga erti redha. DIA tahu apa yang DIA lakukan. Bersabar lah walaupun di hati sudah terasa seperti berputus asa. Tabahkan diri. Kita boleh! :')





* Semoga kita mampu untuk tersenyum walaupun dugaan datang bersilih ganti. InsyaAllah.


Wednesday, November 7, 2012

BESAR.






 

Between Him and you, 
There is always a spark of hope. 






Besar mana dugaan ku, 
besar lagi dugaan mereka.
 

Besar mana kesedihan ku, 

besar lagi kesedihan mereka.


Besar mana kehilangan ku, 

besar lagi kehilangan mereka.


Besar mana tangisan ku, 

besar lagi tangisan mereka.


Besar mana rintihan ku, 

besar lagi rintihan mereka.


Besar mana seksa ku, 

besar lagi seksa mereka.


Besar mana kepayahan ku, 

besar lagi kepayahan mereka.


Besar mana masalah ku, 

besar lagi masalah mereka.


Besar mana luka ku, 

besar lagi luka mereka.
 

Besar mana lelah ku, 

besar lagi lelah mereka.


Besar mana sabar ku, 

besar lagi sabar mereka.


Besar mana usaha ku, 

besar lagi usaha mereka.


Besar mana angan-angan ku, 

besar lagi angan-angan mereka.


Besar mana kesungguhan ku, 

besar lagi kesungguhan mereka.


Besar mana ujian ku, 

besar lagi ujian mereka.


Besar mana lubang di hati ku, 

besar lagi lubang di hati mereka.





Walau banyak perbezaannya di situ, namun terdapat satu perkara yang sama besarnya antara aku dan mereka mereka ini.





... Doa kami.












Ada manusia yang lebih terseksa namun sifat sabar mereka jauh lebih tinggi dari kita. Jangan mudah menyalahkan takdir. Allah tidak akan mengubah takdir seseorang itu jika seseorag itu tidak berubah mahupun mengubahkannya. Dan ingat lah, hanya doa mampu mengubah takdir kita dengan izinNya.


Kalau kita rasa kita paling sedih di dunia ini, ingat lah; ada yang lebih sedih dari kita. 


Dan mereka yang sentiasa kelihatan ceria? Jangan tertipu. Mereka menyimpan seribu satu kesedihan. Mereka adalah manusia yang paling sedih di dunia ini.
 


Assalamualaikum.



* Tabahkan hati. Allah lebih mengerti.


Thursday, November 1, 2012

From Thousand Back To Zero.








It’s really scary when you get attached to someone. 



You spend time with them, you get to know them. You find yourself knowing their favorite color, food, movie, song. You discover their flaws and their talents. 


And as time goes on, you learn more and more, absorbing every second of detail without even realizing it. Then one day, you wake up and realize how much this person actually means to you, and you love them for every strength and weakness. 


They make you feel warm and secure, but most of all, they bring you happiness. And to bring happiness to someone in such a way is a strong and powerful thing. It could break a person completely.


And then, the next day ..







You found yourself feel nothing. 



Nothing at all. You still love them, but the feelings aren't that strong anymore. You've tried so many times and you get bored. 


Whatever that used to have before, have completely gone. You've tried to be strong but you can't. You make people fall for your smile but little they know, you smile to keep yourself from crying.


You wanted them to fight for you, but you have no strength to do that anymore, because you've done this so many times and they should know what to do by now. And tears has become your bestfriends when no one really there for you.


You wanted that feelings badly. The feelings where you used to have before. You wanted to be happy again..


..  not alone but with them.



You just totally lost.




" In a relationship, when communication starts to fade, everything else follows. "


 




Tuhan, mungkin saya terlalu banyak mengulang namanya di dalam benak. Maka tolonglah, jika memang bukan, mohon tunjukkan.

Amin Ya Rabb :')





* Value everything in your life before God take it back from you.

    

Saturday, October 27, 2012

The Deepest Feelings.







You understand how it feels, to be happy one day, then depressed the next? 

 



 The deepest feeling always shows itself in silence.





Have you ever feel tired for keeping things too long in your heart? And you got no one to talk to? Maybe the choices for you to pick someone in front of you is there, however it seems like you will never find anyone who can really be there for you.


Have you ever feel tired for holding on things for a very long time? And you got nothing left in you that could makes you strong. Each day passes by, you are getting weaker. And you have no clue on how to make things right. Seems like everything that you touch or say, will only make it worse.


Have you ever feel tired for not having a chance to have your voice to be heard? And you got nothing to do since you are not important to some people where they give such a big impact in your life. You tried to speak, but none of your words are really that matter to them.


Have you ever feel tired for not having what you deserve in life? And you got nothing or no one to put the blame to because you know somehow, the blame will always find the way itself to come back to you. At the end of the day, the blame will always still be on you.


Have you ever feel tired for feeling tired? You're just to tired for everything and having these crazy thoughts in your head and you seems like drowning in your own life. And bit by bit, you find that you are losing yourself to something that is not even matter to you.


Losing yourself is way more painful than losing someone that you love in your life. You've been too strong outside and none of them realize that actually deep inside you are breaking and way too fragile than anything else. 


And when you cry, they says you are being too vulnerable and you should be strong; where in your life, not even once they accept you for being weak because they are too used to see you being strong almost all the time.


It's better to live alone, rather than living with hundreds people but still feel alone at the same time. At least when you are living alone, you wont increase your hope that maybe one day they could reach your hand and help you to stand because at the end of the day, you will feel even more sad to find out that they will never do such things.


But we are still here, even we are tired of living; because we have faith. Yes we are here still because we have faith. 


We have faith in God. And we believe that someday, HE will take away this pain from our heart and give what we deserves.


Because we know that God wont leave us alone despite on how many times we disobey Him and do things that HE prohibited from us to do, yet we know whenever we run to HIM, HE will always be there for us.


Have faith people. Have faith. This is an advise from a heart to another. Be strong.






And by the way, just taking this opportunity to wish all of you Selamat Hari Raya AidilAdha.
May you had a blissful day in celebrating this wonderful day with your loved ones :)


 
I miss my Jda; the lady with the green baju kurung :)





* In life you learn lessons, sometimes you learn them the hard way, and sometimes you learn them too late.

Tuesday, October 16, 2012

1 Badan, 2 Watak, 1 Cerita.









Assalamualaikum.


Selalu sangat bila kita tengok cerita-cerita dekat TV/Wayang, mesti dalam cerita tu ada sorang yang berwatakkan dua perangai. Contohnya, depan orang lain dia seorang yang alim, ulama', tapi bila dia bersendirian, dia umpama syaitan yang bertopengkan manusia yang terlalu jahat untuk kita terima. Selalu macam ni kan?


Tapi pernah tak korang jumpa orang yang berwatakkan di kalangan kawan-kawan seorang yang sentiasa gembira, tapi bila dia keseorangan di rumah, dia berubah menjadi seorang yang pendiam dan selalu kelihatan keseorangan? Mesti pernah bukan?


Ye, aku kini bukan bercerita tentang drama-drama di TV. Aku sedang berceritakan tentang diri kamu semua dan juga termasuk lah diri aku sendiri. Dari zaman sekolah memang aku sentiasa digelar "Friendly Girl"/"Happy Go Lucky Girl". Tapi mereka tidak pernah tahu watak aku yang lain di rumah. Aku lebih gemar menyendiri di bilik.


Bukan hendak menyepikan diri, cuma aku lebih gemar untuk diam dari bercakap bila di rumah. Keadaan seperti berubah secara mendadak bila aku balik dari kerja. Di tempat kerja aku, memang aku sentiasa ada senyuman di muka. Malahan di office sering kali gelak tawa aku memecahkan kesunyian di situ. Rakan-rakan aku sentiasa bingung bagaimana aku sentiasa mempunyai sebegitu banyak tenaga untuk sentiasa bercakap dan jugak ketawa.


Aku pun pelik kenapa bila aku di rumah, aku jadi orang yang lain. Bukan nak kata 24/7 aku duduk dalam bilik. Selalu jugak aku keluar ke ruang tamu untuk bermain bersama anak buah aku. Dan juga berborak-borak bersama keluarga ku. Tapi bila aku rasa seperti ingin menyendiri, aku akan terus masuk ke dalam bilik aku.


Pernah alami seperti ini? Aku percaya, hampir 90% pembaca blog aku akan berkata YES. Setiap orang ada watak yang berlainan apabila mereka bersama dengan orang-orang yang tertentu. Seperti aku, bersama kawan aku memang seorang yang hyper dan jugak seorang yang sentiasa ada gelak tawa di setiap perbualan ku. Namun bila di rumah, aku jadi seorang yang lebih memilih untuk mendiamkan diri dan bercakap hanya bila perlu.


Makin lama aku pendam perasaan aku yang makin lama makin menggunung ni, semakin aku kerap menyendirikan diri aku di dalam bilik. Seperti aku tidak mahu membebani keluarga mahupun kawan-kawan aku. Sebab itu aku diam di rumah, dan hyper bersama kawan. Alhamdulillah, mereka semua tidak pernah sedar yang aku letih di dalam hati. Kadang-kadang gembirakan hati orang lain lebih baik dari hati sendiri kan?


Aku : I happy sangat bila dekat office. Selalu ketawa-ketawa. Macam tanak balik pun ada. Sebab tu selalu stayback.

X : Hmmmm. Sebab you nak sorokkan stress/sedih you kan?

Aku : *silence*



Mungkin hanya dia seorang yang faham aku? Mungkin hanya dia seorang yang sedar sebenarnya disebalik senyuman dan gelak tawa aku, terselit sedikit cebisan dari hati seorang perempuan yang sentiasa memendamkan perasaan dia seorang? Mungkin hanya dia seorang yang mampu untuk baca aku?


Mungkin :)


Setiap orang ada side happy dan side sedih mereka. Cuba buka mata luas-luas, dan fahami seseorang tu tanpa memerlukan mereka untuk bercerita kepada anda. Kadang-kadang dengan sebuah senyuman sahaja kita mampu melihat derita seseorang itu hanya dengan memerhati dengan lebih teliti sahaja :')


Tak bermakna jika di muka orang tu selalu ada senyuman dia seorang yang gembira dan hidup mereka jauh lebih baik dari anda. Mungkin sahaja mereka sedang bertahan dan berdoa kepada Allah supaya sentiasa berikan ketabahan kepada mereka supaya mereka mampu untuk menghadapinya.


Orang yang sentiasa gembira itulah selalunya mempunyai cerita yang teramat sedih yang mereka simpan seorang diri. Disebalik senyuman di bibir itu, sentiasa ada air mata yang membasuh luka-luka di hati mereka setiap malam.


Dua watak dalam 1 badan, 1 cerita yang sentiasa tiada siapa pun yang mampu untuk fahaminya. Melainkan diri kita sendiri.


Bertahan lah wahai rakan. Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Berdoa lah sentiasa supaya diberi ketabahan untuk menangani semua rintangan di dunia. Kelak di Syurga nanti, kebahagiaan itu milik kita :)



Apa yang anda lihat dengan mata anda mungkin adalah satu penipuan semata-mata :)





Bongok moment bersama suami pertama.
Gambar di tangkap oleh suami terakhir (que) - Sila rujuk gambar di sebelah ini ---->
Haha! :D




Saturday, September 15, 2012

#Mati; Yang Terakhir.







Assalamualaikum.



220pm - Terdetik satu persoalan di kepala ku.


Kalau aku meninggal dunia nanti, siapa yang nak tolong delete kan blog aku ni? Siapa yang akan tolong deletekan account Facebook, twitter, tumblr dan lain-lain untuk aku? Tiada sorang pun yang tahu apa email and password aku. Perlu ke aku bagi? Perlu ke aku catitkan password aku kat mana-mana buku?


Lately ni aku perasan sikap aku ada yang macam lain sikit. Tapi mungkin itu hanyalah perasaan aku sahaja. Aku hanya lah manusia biasa, tidak tahu bila ajal akan tiba. Mengingati mati itu adalah harus. Supaya rasa takut dan insaf ada dalam diri kita.


Kalau aku meninggal dunia, siapa yang nak tolong jagakan babah aku? Siapa yang nak tolong jagakan mama aku? Habis macam mana dengan wang pembelanjaan keluarga aku nanti? Kalau aku takde nanti, macam mana aku nak tolong bayarkan duit bil untuk ringankan beban babah aku yang dah tak larat nak kerja tu?


Dulu aku pernah hampir kehilangan babah aku. Masa tu hanya Allah sahaja yang tahu betapa lemah nya aku. Siang malam aku berdoa macam-macam supaya babah aku bangun dari ICU yang sudah seminggu lamanya. Aku rindu nak tengok babah aku senyum. Aku rindu nak babah aku panggil aku "kin ...". Pelajaran aku semua entah kemana. Dah la nak dekat SPM masa tu.


Alhamdulillah, akhirnya babah aku bangun. Berkat doa semua orang. Dan kini dia sihat, Alhamdulillah. Tapi aku selalu take him for granted. Kenapa? Aku pun tak tahu. Tapi aku sayangkan makpak aku. Cuma aku tak reti sangat nak tunjuk. Habistu kalau aku dah meninggal dunia, siapa yang nak bagitahu kat diorang yang aku sayang sangat kat diorang ni? Siapa yang nak tolong aku jagakan mereka?


Kalau aku dah meninggal dunia, siapa yang nak tolong delete kan gambar-gambar aku kat Google semua ni? Siapa yang nak tolong hilangkan aib aku kat dunia ni? Demi Allah, aku taktahu kalau ada ke tidak gambar yang mampu mengaibkan aku di dunia maya ni. Aku mohon sangat supaya tiada gambar yang macam tu. Aku takut.


Aku takut kalau aku dah meninggal dunia nanti, pasti nama aku akan disebut-sebut, dan orang akan mula tertanya-tanya, siapa "Ashikin Nofal/Ieeko ni?". Lalu mereka akan mula search tentang aku, dan mereka akan selidik satu persatu tentang aku. Di Facebook aku, di Twitter aku, di Blog aku; terutamanya.


Mereka akan belek satu persatu, lalu mereka akan terlihat gambar-gambar aku waktu dulu. Aku pasti ada gambar yang menampakkan sedikit aurat aku, mungkin di tangan, mungkin di mana-mana sahaja. Dan setiap kali mereka melihat gambar aku tu, aku di liang lahad meraung-raung meminta tolong supaya Allah tidak menghukum aku.


Tanpa ku sedar, seribu, dua ribu, 20 ribu manusia akan mula melihat semua ini, dan berapa kali aku akan dihukum di alam sana? Semakin ramai manusia yang lihat gambar aku yang menampakkan aurat itu, semakin terseksa aku di sana. Meronta-ronta aku memohon supaya manusia di dunia sana untuk berhenti daripada meilhat gambar-gambar aku. Namun, tiada siapa yang akan dengar. Dan aku? Akan terus terseksa disana.


Dan bagaimana pula dengan manusia-manusia yang aku ada buat salah? Yang masih belum maafkan aku? Siapa yang nak bantu aku carikan mereka dan mohon kepada mereka supaya memaafkan aku? Dan yang paling penting, mereka akan memaafkan ke tidak? Kalau tak? Aku akan dihukum lagi oleh Allah. Siang malam aku akan dihukum, Ya Allah :[


Takut... Aku takut.. Semua ni kian kerap bermain di fikiran ku. Aku perlu berikan amanah kepada sesiapa untuk membuang segala tentang aku di dunia maya ini apabila aku sudah meninggal dunia. Supaya dosa yang sekian kala ada di dalam buku catatan aku, tidak akan tertambah dengan dosa yang kekal tinggal di dunia ini.


Mohon maafkan aku kepada sesiapa yang aku pernah lukakan hati mereka. Mohon maafkan aku sebelum terlambat.


Mohon Malaikat Maut menarik nyawa ku apabila aku sudah benar-benar menjadi ISLAM.


Dan sekarang, gantikan diri aku di dalam cebisan nota ini dengan diri anda. Mampu kah anda menahan diri dari dihukum Allah akibat aib mu yang berleluasa di dunia ini?


Assalamualaikum.



* Moga ketika nyawa ku dicabut Malaikat Maut, Rasulullah S.A.W menunggu ku di dunia sana.



 

Blog Template by YummyLolly.com - Header Frame by Pixels and Ice Cream
Sponsored by Free Web Space